Keadaan Sosial
-
Beranda
-
Keadaan Sosial
3.1 Kesehatan
3.1.1 Derajat Kesehatan
Untuk angka kematian bayi dan ibu relatif kecil terjadi, karena kader Posyandu dan Bidan serta tenaga kesehatan secara rutin melakukan kunjungan/pengobatan, dan selalu proaktif dan peduli terhadap masalah kesehatan warga. Selain itu, peran aktif pihak Kecamatan dan Puskesmas dalam memonitor dan melakukan sosialisasi kesehatan ke Gampong Bir. Mns. Tgk. Digadong sangatlah membantu penanganan masalah-masalah kesehatan. Diluar itu, tingkat kesadaran warga terutama pemahaman ibu hamil dan menyusui serta suami sebagai kepala keluarga dewasa ini relative semakin baik.
3.1.2. Puskesmas & Sarana Kesehatan Lainnya
Sarana Kesehatan yang ada di Gampong Bir. Mns. Tgk. Digadong adalah Polindes. Sedangkan Puskesmas hanya satu dalam Kecataman Kota Juang, berjarak sekitar 3 Kilometer dari Gampong Bir. Mns. Tgk. Digadong. Dengan adanya aturan pemerintah bahwa setiap warga yang sakit harus berobat di Puskesmas dahulu, maka kondisi tersebut membuat sedikit jarak antara warga dengan pusat kesehatan masyarakat, karena jika diizinkan warga Gampong Bir. Mns. Tgk. Digadong lebih memilih berobat langsung di RSU Kabupaten yang berjarak lebih dekat dari pemukiman warga (1 KM) atau RS Swasta Bireuen Medical Centre yang bekerjasama dengan BPJS juga berjarak sangat dekat dengan warga. Selama ini, untuk mengatasi persoalan kesehatan, selain ke Polindes atau ke Puskesmas, warga Gampong Bir. Mns. Tgk. Digadong sebagiannya menggunakan jasa medis swasta yang dekat dengan tempat tinggalnya dengan bayaran relative murah untuk berobat.
3.1.3 Kesejahteraan Sosial
Jumlah Keluarga Prasejahtera : 280 KK
Jumlah Keluarga Miskin : 250 KK
Jumlah Keluarga Kaya : 65 KK
Pasangan usia subur dibawah 20 tahun : 30 KK
Pasangan usia subur 20 – 29 tahun : 50 KK
Pasangan usia subur 30 – 40 tahun : 70 KK
Peserta KB aktif : 30 KK
3.1.4. Pendidikan
SMA Negeri/Swasta : - Buah
SMP Negeri/Swasta : - Buah
Madrasah Tsanawiyah Negeri/Swasta : - Buah
Sekolah Dasar Negeri/Swasta : 1 Buah
MI Negeri/Swasta : - Buah
TK Negeri/Swata : - Buah
Pondok Pesantren : 1 Buah
3.1.5. Ketenagakerjaan
Petani dan pekebun : 150 Orang
Buruh Tani : 720 Orang
Buruh usaha ternak : 102 Orang
Industri pengolahan (pabrik, kerajinan, dll) : 5 Orang
Pedagang : 152 Orang
Pengemudi/jasa : 54 Orang
PNS : 389 Orang
Tukang kayu : 57 Orang
Tukang Bangunan : 98 Orang
Guru Bakti : 47 Orang
Bidan Bakti : 30 Orang
Tukang Jahit : 25 Orang
Tidak memiliki pekerjaan tetap : 152 Orang
3.1.6. Kesenian & Kebudayaan
Dalail Khairat : 1 Group
Rapa-i : - Group
Group Zikir : 1 Group
Kelompok wirid : 1 Group
3.1.7. Sarana Ibadah
Mesjid : - Unit
Meunasah : 1 Unit
Balai Pengajian : 10 Unit
3.1.8. Hari Besar Islam
Hari besar Maulid : 1 Kali
Gotong Royong : 12 Kali
Kenduri Tahunan : 2 Kali
Hari Besar Islam Lainnya : 4 Kali
3.2 Keadaan Sarana & Prasarana Ekonomi
3.2.1. Perekonomian Gampong
Rata-rata penduduk Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong memiliki profesi sebagai petani, peternak dan profesi lainnya yang tidak menentu. Sebagian besarnya mengharapkan pendapatannya di sektor pertanian, kebun dan peternakan. Masih sangat sedikit yang memiliki pendapatan selain 3 jenis pekerjaan tersebut. Namun, seiring keluarnya UU Desa, dengan bantuan anggaran yang sangat besar bagi desa-desa di seluruh Indonesia, Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong merasa optimis jika dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pondasi ekonomi Gampong dan warga, khususnya untuk sektor-sektor terapan dalam hal budidaya pertanian, perkebunan dan peternakan di Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong
3.2.2. Kemampuan Keuangan Desa
Kemampuan keuangan Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong masih mengandalkan bantuan dari pemerintah, sementara untuk pendapatan asli Gampong dan bantuan pihak ketiga masih sangat kurang. Kedepan, dengan dana Gampong yang diperoleh melalui UU Desa, Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong berencana untuk memperkuat sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli Gampong.
3.2.3. Prasarana dan Sarana Perekonomian Desa
3.2.3.1 Sarana Jalan
Jalan Gampong yang merupakan akses menuju pusat kota kecamatan belum semua di aspal dan keadaannya banyak yang rusak. Jalan Gang untuk tiap Dusun belum di rabat beton.
3.2.3.2 Sarana Irigasi
Saluran irigasi yang ada di Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong masih belum maksimal, masih ada beberapa ruas yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki. Untuk saluran kecil, rencananya Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong akan memperbaikinya dengan menggunakan dana Gampong.
3.2.3.3. Sarana Telekomunikasi dan informasi
Dengan banyaknya alat telekomunikasi yang ada seperti telepon genggam (HP), akses internet membuat komunikasi semakin lancar dan mudah. Disamping itu sebagian keluarga telah memilki sarana TV, Radio, Komputer yang menjadikan pengetahuan perkembangan jaman semakin cepat. Untuk kedepan, rencananya Bireuen. Mns. Tgk. Digadong akan membuat website khusus Gampong, sehingga semua informasi tentang pengelolaan dan kebijakan Gampong bisa diketahui oleh khalayak luas.
3.2.3.4. Sarana Perekonomian
Secara umum, sarana perekonomian Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong cukup memadai. Kondisi ini terlihat dari sejumlah sarana yang dimiliki dan dikelola dengan baik oleh warga Gampong Bireuen. Mns. Tgk. Digadong, diantaranya adalah :
1. Sarana Dagang
Toko/Kios/ Warung : 40 Buah
2. Luas dan Produksi Tanaman Utama
Padi : 25.2 Ha
Perkebunan kelapa : 12 Ha
Lahan garapan : 52 Ha
Lahan tidur : 3 Ha
Cabai, tomat, dll : 1 Ha
3. kehutanan
Lahan garapan : 16 Ha
Lahan tidur/hutan rakyat : 4 Ha
4. Peternakan
Domba : 209 ekor
Ayam : 400 ekor
Sapi : 128 ekor
Kerbau : 10 ekor